Kamis, 07 Januari 2010

PERUBAHANSOSIAL

PERUBAHAN SOSIAL
Perubahan sosial dapat diartikan sebagai segala perubahan pada lembaga-lembaga
sosial dalam suatu masyarakat. Perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga sosial itu
selanjutnya mempunyai pengaruhnya pada sistem-sistem sosialnya, termasuk di
dalamnya nilai-nilai, pola-pola perilaku ataupun sikap-sikap dalam masyarakat itu yang
terdiri dari kelompok-kelompok sosial.
Masih banyak faktor-faktor penyebab perubahan sosial yang dapat disebutkan,
ataupun mempengaruhi proses suatu perubahan sosial. Kontak-kontak dengan
kebudayaan lain yang kemudian memberikan pengaruhnya, perubahan pendidikan,
ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu, penduduk yang
heterogen, tolerasi terhadap perbuatan-perbuatan yang semula dianggap menyimpang dan
melanggar tetapi yang lambat laun menjadi norma-norma, bahkan peraturan-peraturan
atau hukum-hukum yang bersifat formal.
Perubahan itu dapat mengenai lingkungan hidup dalam arti lebih luas lagi,
mengenai nilai-nilai sosial, norma-norma sosial, pola-pola keperilakuan, strukturstruktur,
organisasi, lembaga-lembaga, lapisan-lapisan masyarakat, relasi-relasi sosial,
sistem-sistem komunikasi itu sendiri. Juga perihal kekuasaan dan wewenang, interaksi
sosial, kemajuan teknologi dan seterusnya.
Ada pandangan yang menyatakan bahwa perubahan sosial itu merupakan suatu
respons ataupun jawaban dialami terhadap perubahan-perubahan tiga unsur utama :
1. Faktor alam
2. Faktor teknologi
3. Faktor kebudayaan
Kalau ada perubahan daripada salah satu faktor tadi, ataupun kombinasi dua diantaranya,
atau bersama-sama, maka terjadilah perubahan sosial.
Faktor alam apabila yang dimaksudkan adalah perubahan jasmaniah, kurang sekali
menentukan perubahan sosial. Hubungan korelatif antara perubahan slam dan perubahan
sosial atau masyarakat tidak begitu kelihatan, karena jarang sekali alam mengalami

perubahan yang menentukan, kalaupun ada maka prosesnya itu adalah lambat. Dengan
demikian masyarakat jauh lebih cepat berubahnya daripada perubahan alam. Praktis tak
ada hubungan langsung antara kedua perubahan tersebut. Tetapi kalau faktor alam ini
diartikan juga faktor biologis, hubungan itu bisa di lihat nyata. Misalnya saja
pertambahan penduduk yang demikian pesat, yang mengubah dan memerlukan pola
relasi ataupun sistem komunikasi lain yang baru.
Dalam masyarakat modern, faktor teknologi dapat mengubah sistem komunikasi
ataupun relasi sosial. Apalagi teknologi komunikasi yang demikian pesat majunya sudah
pasti sangat menentukan dalam perubahan sosial itu.
Perubahan kebudayaan seperti telah di sebut di atas, dapat menimbulkan perubahan
sosial, meskipun tidak merupakan suatu keharusan. Kebudayaan itu berakumulasi. Sebab
kebudayaan berkembang, makin bertambah secara berangsur-angsur,. Selalu ada yang
baru, di tambahkan kepada yang telah ada. Jadi bukan menghilangkan yang lama, tetapi
dalam perkembangannya dengan selalu adanya penemuanpenemuan baru dalam berbagai
bidang (invention), akan selalu menambah yang lama dengan yang baru. Dan seiring
dengan pertambahan unsur-unsur kebudayaan tersebut, maka berubah pula kehidupan
sosial-ekonomi ataupun kebudayaan itu sendiri.
Paham determinisme, memberi pandangan yang deterministik menganggap hanya
ada satu faktor yang paling menentukan perubahan sosial. Terhadap paham determinis
ini dapat diadakan penggolongan besar menjadi dua. Pertama yang menganggap bahwa faktor
yang paling menentukan tadi bersifat sosial, sedangkan yang kedua bersifat non-social. Untuk
contoh golongan yang pertama, dapatlah di kemukakan misalnya pendapat Karl Marx dalam
bidang ekonomi. la salah seorang tokoh yang terkenal dengan pendapat, bahwa perkembangan
suatu masyarakat dapat dikatakan di tentukan seluruhnya oleh struktur atau perubahanperubahan
struktur ekonomi masyarakat tersebut. Keadaan demikian dapat dikatakan sebagai
suatu determinisme ekonomi. Contoh golongan kedua, misalnya adanya pandangan bahwa
iklimlah yang paling berpengaruh terhadap perubahan sosial. Contoh lain adalah McLuhan
yang menganggap bahwa inovasi-inovasi dalam bidang teknologilah yang lebih banyak
pengaruhnya terhadap perkembangan di dalam masyarakat.
McLuhan memilih teknologi informasi sebagai teknologi yang terpenting, yang paling
mampu menyebabkan perubahan di dalam masyarakat. Jika teknologi atau cara-cara
Bahan Ajar Pengantar Sosiologi
Gumgum Gumilar, S.Sos., M.Si./ Program Studi Ilmu Komunikasi Unikom
berkomunikasi masyarakat banyak mengalami perubahan, maka sudah pasti pula akan terjadi
perubahan-perubahan sosial. McLuhan lebih maju satu Iangkah lagi dengan hipotesisnya yaitu
"Societies have been shaped more by the nature of the media by which men communicate than
by the content of the communication". (Masyarakat lebih banyak terbentuk oleh sifat-sifat
alamiah dari media yang dipakai untuk berkomunikasi, daripada siaran atau isi berita itu
sendiri) "The media is the message" adalah perumusan McLuhan yang terkenal. Salah satu
alasan McLuhan adalah karena media yang baru tidak saja hanya menyebabkan 'perubahan
dalam kesanggupan manusia menggunakan'pence inderanya.
Dalam keseluruhannya, baik yang bersifat sosial maupun yang non-sosial, kaum
determines ini menganggap manusia itu hanya responsif belaka, reaktif saja. Padahal,
manusia juga aktif membuat aksi agar pihak lain bereaksi. Juga dalam hal perubahan
kebudayaan, manusia dengan pendangan hidupnya dan tingkahlakunya bukan saja
merupakan suatu hasil dari pengaruh budaya, tetapi manusia sendiri menghasilkan dan
menciptakan kebudayaan. Itulah sebabnya perubahan kebudayaan tidak boleh di pisahpisahkan
dari para individu ataupun masyarakat pendukung kebudayaan itu. Unsur-unsur
kebudayaan jangan dijadikan suatu kesatuan atau unit-unit yang berdiri sendiri lepas dare
manusia.
10.1. Proses Perubahan Sosial
Proses perubahan sosial terdiri dari tiga tahap barurutan :
(1) invensi yaitu proses di mana ide-ide baru diciptakan dan dikembangkan,
(2) difusi, ialah proses di mans ide-ide baru itu dikomunikasikan ke dalam Sistem
sosial, dan
(3) konsekwensi yakni perubahan-perubahan yang terjadi dalam sistem sosial
sebagai akibat pengadopsian atau penolakan inovasi. Perubahan terjadi jika
penggunaan atau penolakan ide baru itu mempunysi akibat. Karena itu perubahan
sosial adalah akibat komunikasi sosial.
Beberapa pengamat terutama ahli anthropologi memerinci dua tahap tambahan
dalam urutan proses di atas. Salah satunya ialah pengembangan inovasi yang terjadi seBahan
Ajar Pengantar Sosiologi
Gumgum Gumilar, S.Sos., M.Si./ Program Studi Ilmu Komunikasi Unikom
telah invensi sebelum terjadi difusi. Yang dimaksud ialah proses terbentuknya ide baru
dari suatu bentuk hingga menjadi suatu bentuk yang memenuhi kebutuhan audiens
penerima yang menghendaki. Kami tidak memaaukkan tahap ini karena ia tidak selalu
ada. Misalnya, jika inovasi itu dalam bentuk yang siap pakai. Tahap terakhir yang terjadi
setelah konsekwensi, adalah menyusutnya inovasi, ini menjadi bagian dari konsekwensi.
Apakah perubahan sosial itu ?
Perubahan sosial adalah proses di mana terjadi perubahan struktur dan fungi suatu
sistem social. Revolusi nasional, pembentukan suatu lembaga pembangunan desa,
pengadopsian metode keluarga berencana oleh suatu keluarga, adalah merupakan
contoh-contoh perubahan sosial Perubahan, baik pada fungi maupun struktur sosial
adalah terjadi sebagai akibat dari kegiatan-kegiatan tersebut di atas. Struktur suatu
sistem terdiri dari berbagai status individu dan status kelompok-kelompok yang teratur.
Berfungsinya struktur status-status itu merupakan seperangkat peranan atau perilaku
nyata seseorang dalam status tertentu. Status dan peranan saling mempengaruhi satu
sama lain. Status guru sekolah misalnya, menghendaki perilaku-perilaku tertentu bagi
seseorang yang menduduki posisi itu, dan mempengaruhi tingkah laku orang tersebut.
Mungkin saja seseorang menyimpang jauh dari seperangkat tingkah laku yang
diharapkan (karena dia menduduki posisi status tertentu), tetapi statusnya mungkin
berubah. Fungsi sosial dan struktur sosial berhubungan sangat erat dan saling mempengaruhi
satu sama lain. Dalam proses perubahan social, jika salah satu berubah, maka
yang lain akan berubah juga. Berdirinya atau ditetapkannya organisasi kampus yang
baru, mempengaruhi struktur social universitas karena didefinisikannya seperangkat
fungsi baru di sana. Jika seseorang (pejabat) ";mulai berfungsi dalam status baru itu,
mereka mungkin mempengaruhi fungsi universitas secara keseluruhan.
10.2. Macam-macam Perubahan Sosial
Salah.satu cara yang berguna dalam meninjau perubahan sosial ialah dengan
memperhatikan darimana sumber terjadinya perubahan itu. Jika sumber perubahan itu
Bahan Ajar Pengantar Sosiologi
Gumgum Gumilar, S.Sos., M.Si./ Program Studi Ilmu Komunikasi Unikom
dari dalam sistem sosial itu sendiri, dinamakannya perubahan imanen. Jika sumber ide
baru itu berasal dari luar sistem social, yang demikian itu disebut Perubahan kontak.
Paradigma Perubahan Sosial
Sumber kebutuhan Sumber/asal ide baru
terhadap perubahan Dari dalam Dari luar
Dari dalam : kebutuhan
dirasakan oleh anggota
sistem sosial
Perubahan Imanen Perubahan Kontak
Selektif
Dari luar : Kebutuhan
diamati oleh agen pembaru
atau orang luar sistem
Perubahan imanen
yang diinduksi
Perubahan kontak
terarah
Perubahan imanen terjadi jika anggota sistem sosial menciptakan dan
mengembangkan ide baru dengan sedikit atau tanpa pengaruh sama sekali dari pihak
luar dan kemudian ide baru itu menyebar ke seluruh sistem sosial. Seorang petani di
Iowa menemukan alat sederhana untuk pengumpil jagung. Penemuan itu memudahkan
pekerjaan dan tidak banyak memakan waktu. Dalam waktu singkat banyak tetangga
penemu itu yang menggunakan alat tersebut. Dengan demikian perubahan imanen adalah
suatu gejala "dari dalam sistem"
Perubahan kontak terjadi jika sumber dari luar sistem sosial memperkenalkan ide
baru. Perubahan kontak adalah gejala "antar sistem". Ada dua macam perubahan
kontak, yaitu perubahan selektif dan perubahan kontak terarah. Perbedaan perubahan ini
tergantung dart mana kita mengamati datangnya kebutuhan untuk berubah itu, dari
dalamkah atau dari luar sistem sosial.
Perubahan kontak selektif terjadi jika anggota sistem sosial terbuka pada pengaruh
dari luar dan menerima atau menolak ide baru itu berdasarkan kebutuhan yang mereka
rasakan sendiri. Tersajinya inovasi itu sendiri secara spontan atau kebetulan; penerima
babas memilih, menafsir atau menolak ide baru itu. Suatu ilustrasi mengenai perubahan
kontak selektif ialah ketika para guru sekolah tertentu mengunjungi sekolah lain yang
telah mengadopsi inovasi. Setelah mereka kembali ke sekolahnya sendiri, mungkin
Bahan Ajar Pengantar Sosiologi
Gumgum Gumilar, S.Sos., M.Si./ Program Studi Ilmu Komunikasi Unikom
mereka menerapkan metode meugajar yang baru., tetapi tindakan nya itu dilakukan tanpa
adanya paksaan atau kesengajaan dari kepala sekolah untuk mencari atau menerima
inovasi itu.
Perubahan kontak terarah atau perubahan terencana adalah perubahan yang
disengaja dengan adanya orang luar atau sebagian anggota sistem yang bertindak sebagai
agen pembaru yang secara intensif berusaha memperkenalkan ide-ide baru untuk
mencapai tujuan yang telah ditentukan oleh lembaga dart luar. Inovasi dan kebutuhan
untuk berubah datang dari luar sistem. Banyak pemerintahan national yang mensponsori
program-program pembangunan yang direncanakan untuk memperkenalkan inovasiinovasi
teknologis di bidang-bidang pertanian, pendidikan, kesehatan, perindustrian dan
sebagainya. Semua itu merupakan contoh perubahan kontak terarah yang kontemporer.
Ada teoritikus besar perubahan sosial yang menganggap perubahan kontak terarah (=
pembangunan) itu tidal perlu. Akan tetapi August Comte tetap mempertahankan
pendapat bahwa perubahan terarah itu berguna, sebagai kebalikan dari teori Darwinismesosialnya
Herbert Spencer. Ini berarti Comte membantah teori taken-fair komplit dan
survival of the fittest yang evolusioner. Pada abad sekarang ini sebagian besar
pemerintahan nasional menunjukkan kecenderungan yang jelas mengikuti pendekatan
Comte. Pemerintah-pemerintah nasional itu ingin lebih meningkatkan taraf kehidupan
rakyatnya, suatu tujuan yang hanya dapat dicapai dengan program-program yang betelbetul
terencana. Program perubahan yang terencana ini merupakan reaksi ketidakpuasan
terhadap lambannya perubahan yang dihasilkan oleh perubahan imanen maupun
perubahan kontak selektif.
Dalam arti luas mungkin benar bahwa sebagian besar perubahan sosial yang terjadi
lebih banyak bertipe epontan daripada yang berencana. Jika penduduk secara teknis sudah
lebih ahli dan lebih pandai mendiagnose perubahan mereka sendiri, maka perubahan
kontak selektif akan dapat terjadi lebih cepat dan lebih efisien. Dalam hal ini agen pembaru
mungkin akan bekerja di luar tugasnya atau setidaktidaknya dalam peranan yang
barbeda. Agen pembaru harus memenuhi permintaan-permintaan inovasi dari kliennya.
Tetapi pada umumnya para klien itu belum tahu apa kebutuhan mereka dan inovasi mana
yang cocok untuk kebutuhan tersebut, sehingga perubahan yang lebih tepat diterapkan
adalah perubahan terencana. Jika agen pembaru juga berusaha untuk meningkatkan
Bahan Ajar Pengantar Sosiologi
Gumgum Gumilar, S.Sos., M.Si./ Program Studi Ilmu Komunikasi Unikom
kemampuan dan keahlian kliennya untuk menganalisis kebutuhannya, make pada masa
mendatang mungkin akan lebih mudah terjadi perubahan imanen atau perubahan kontak
selektif yang lebih cepat dan efisien.
Umumnya perubahan terencana tidak selalu identik dengan keberhasilan. Keinginan
untuk mempercepat perubahan telah menyebabkan lebih cepat laju peranan ilmu pengetahuan
tentang bagaimana memperkenalkan inovasi ke masyarakat.. Jika hasil-hasil
penelitian komunikasi yang dilakukan dalam penyebaran ide-ide baru itu dikumpulkan
dengan baik, kita akan dapat menggunakannya untuk merencanakan program perubahan
terencana secara lebih efektif.
10.3. Perubahan individual dan perubahan sistem.
Kita telah membahas perubahan sosial dari sudut datangnya inovasi. Sudut tinjauan
lainnya bisa dilakukan dengan melihat perubahan itu dan unit pengadopsi atau yang
menerima ide-ide baru itu. Dalam hal ini ada dua macam yaitu perubahan individual dan
perubahan sistem- sosial.
Banyak perubahan yang terjadi pada level individual, dimana seseorang bertindak
sebagai individu yang menerima atau menolak inovasi. Perubahan pada level ini disebut
dengan bermacam-macam nama, antara lain difusi, adopsi, modernisasi, akulturasi,
belajar atau sosialisasi. Kami menggunakan istilah perubahan mikro untuk menyebut
perubahan yang demikian ini karena ia memfokuskan, perhatian pada perilaku perubahan
individual.
Perubahan juga terjadi pada level sistem social. Ada berbagai istilah yang dipakai
untuk perubahan macam ini, misalnya pembangunan, sosialisasi , integrasi atau adaptasi.
Disini perhatian kita terarah pada level sistem sosial, karena itu kami pergunakan istilah
perubahan makro.
Tentu saja perubahan pada kedua level itu berhubungan erat. Jika kita menganggap
sekolah sebagai suatu sistem sosial, make pengadopsian suatu metode mengajar baru
yang dilakukan oleh sekolah tersebut akan membawa kita pada proses pengambilan
keputusan yang dilakukan oleh para guru sebagai pribadi untuk mengubah-metode
mengajar mereka. Sama halnya, perubahan pada sebagian besar individu dalam sistem
Bahan Ajar Pengantar Sosiologi
Gumgum Gumilar, S.Sos., M.Si./ Program Studi Ilmu Komunikasi Unikom
sosial akan mengaklbatkan pula perubahan pada sistem. itu sendiri. Keputusan para
petani untuk mengadopsi varietas kopi yang lebih unggul mungkin akan me nyebabkan
perubahan pada perimbangan perdagangan negara-negara di dunia internasional.
Dibalik semua itu, barangkali semua analisa perubahan sosial harus memusatkan
perhatiannya terutama pada proses komunikasi. Nyatanya semua penjelasan mengenai
perilaku manusia berpangkal pada penyelidikan Mengenai bagaimana orang-orang itu
memperoleh dan merubah ide-idenya melalui komunikasi dengan orang lain. Proses
belajar, proses difusi dan proses perubahan pada dasarnya merupakan prosespengkomunikasiangagasanbaru

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar